Delysusanti's Blog

tanpa judul

Posted on: Januari 3, 2011

Bagaimana Jepang bisa menjelma dari sebuah Negara tertinggal menjadi sebuah Negara maju ? Saya tertarik membahasnya. Kira-kira saat terjadinya perang dunia ke-2, bom Hiroshima dan Nagasaki jatuh dan meluluh lantahkan Jepang. Semua kebanggan Jepang runtuh. Apa yang mereka lakukan ? Di saat seperti itu mereka bangkit perlahan dan berkonsentrasi penuh membangun ekonomi.

Dalam bukunya yang berjudul “ The World Is Flat “ Thomas L Friedman menulis : Hal ini juga dilakukan oleh India. Tepat saat tembok Berlin runtuh, itulah saat2 yang menandakan hancurnya sistem komunis di dunia, banyak Negara bersorak sorai. Saat itu perdana menteri India (saya lupa namanya) berkata : persetan dengan semuanya, kita hanya akan fokus membangun ekonomi.

—————————————————————————

Bagaimana sebuah Negara yang miskin, hancur tadinya bisa bangkit menjelma menjadi kekuatan Asia ? Luar biasa..

Teman2 itu hanya selingan saja. Nah, back to bisnis.

Dalam dunia bisnis, kita pasti akan berhadapan dengan yang namanya pesaing besar. Apa yang harus kita lakukan ?

—————————————————————————

1. Jangan langsung head 2 head melawan mereka, itu adalah tindakan bodoh. Pilih lawan yang mudah ditaklukkan terlebih dulu. Jika ada 3 lawan yang harus dikalahkan seperti : Zimbabwe, Korea, Amerika. Mana lawan yang harus anda kalahkan terlebih dahulu ?

2. Bermain di ceruk pasar yang belum dihinggapi. Saat memulai, lebih baik anda melayani segmentasi pasar yang lebih kecil. Pelanggan menyukai spesialis/ahli. Kira-kira jika ada dokter spesialis umum dan spesialis gigi, dan anda sakit gigi, pergi ke manakah anda ? Sekarang jika ada dokter gigi spesialis gigi berlubang dan spesialis gigi berkarang, sedangkan anda mempunyai masalah gigi berlubang. Nah, sekarang pergi ke manakah anda ?

3. Mereka melupakan anda. Ingatlah yang namanya pesaing besar, ego mereka sangat tinggi. Mereka tidak akan menganggap anda, bahkan tidak melihat anda. Intinya adalah anda mempunyai cukup banyak waktu sampai berkembang sebelum menarik perhatian pesaing anda.

4. Mereka stagnan dan cenderung defensive. Ini adalah yang terpenting, perusahaan besar biasanya birokrasi, mereka banyak kebijakan yang rumit. Beda dengan perusahaan kecil yang bebas bergerak seliar mungkin. Mereka pun cenderung tidak inovatif, mengapa ? Perusahaan besar itu sudah lama di bidangnya, sehingga terkadang berada dalam status quo, mereka sulit melihat peluang yang berada di luar sana. Jika melihat pun mereka akan ragu untuk mengambil peluang itu, karena status quo dan birokrasi tadi. Mereka berkata : peluangnya tidak pasti, dan bla bla bla lainnya. Bacalah buku “ Who Moved My Cheese “ karangan Steven Spencer. Perubahan selalu terjadi.

—————————————————————————

Juga untuk apa mereka menghabiskan dana berinovasi ? mereka tinggal duduk manis sambil menunggu ada perusahaan kecil yang berinovasi, jika perusahaan kecil itu sukses tinggal diakuisisi atau dicaplok. Semudah itu bukan ? Untuk apa menghabiskan milyaran rupiah untuk sesuatu yang belum pasti. Perhatikan bagaimana Disney mengakuisisi Pixar. Luar biasa sekali.

Kira-kira itu adalah sebagian strategi yang bisa dijalankan untuk menghadapi para pesaing besar. Namun sebuah ulasan tetap tidak lengkap tanpa sebuah contoh.

—————————————————————————

Ok contoh pertama, mobil Jepang.

Mobil pertama yang dibuat adalah model T oleh Henry Ford. Selama 20 tahun model itu tidak pernah berubah, warnanya hitam terus dan modelnya 1 jenis aja. Pelanggan bosan ( lihat Henry Ford pun tidak mau berubah ^^ ) dan muncullah General Motors, dll yang melihat peluang pasar.

Lalu bagaimana Jepang memasuki industri mobil yang sudah red ocean, dan banyak pesaing besar-besar di sana ? Ingat ya lawannya Jepang itu kelas dunia. Jepang melihat peluang pasar yang terlewatkan oleh para pesaingnya. Ketimbang membuat mobil besar2 dan harganya mahal, Jepang membuat mobil yang ukurannya lebih kecil, harganya murah, dan banyak pilihan warna.

Tapi Jepang mengetahui dengan jelas, mereka adalah pemain baru, belum lagi kualitas produknya yang berada dalam tahap awal. Masih jauh sekali kualitasnya dibanding pesaingnya. Saat itu para pesaingnya berkonsentrasi ke pasar Amerika dan Eropa lainnya, mereka sama sekali melupakan pasar Asia. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh Jepang, ditambah satu keuntungan lagi. Karena belum ada persaingan yang berarti dari para pesaingnya, Jepang memiliki cukup banyak waktu untuk mengembangkan kualitas produknya. Hingga akhirnya mereka siap melawan para pesaingnya, barulah mereka masuk ke pasar Amerika dan Eropa.

Para pengamat ekonomi menilai kasus Jepang ini hanya sekali dan tidak akan terulang lagi. Who knows ? Robert T Kiyosaki berkata : sejarah membuktikan banyak kasus yang terulang. Begitulah perputaran di dunia. Teman2 pelajari sejarah juga ya ^^

—————————————————————————

kasus ke-2 : Walmart

Pernah mendengar kisah fenomenal Sam Walton ? Dia membutuhkan waktu 7 tahun sebelum membuka toko ke-2nya. Lama sekali bukan ? Abraham Lincoln pernah berkata : jika saya diberi waktu 9 jam untuk menebang pohon, saya akan menggunakan waktu 6 jam untuk mengasah kapak. Tidak perlu terburu2, berjalan perlahan tapi pasti.

Bagaimana Walmart dari 1 toko menjelma menjadi ribuan toko ? Persis seperti Jepang. Saat itu Sam tidak berfokus di kota-kota besar karena banyaknya pesaing besar di sana. Daripada head 2 head dengan mereka, tidak ada untungnya. Sam memutuskan berkonsentrasi di daerah pinggiran.

Semoga ilmu ini cukup membantu.

Best Regards
Aaron L Natagold

 

diambil dari inbox pribadi milik Osman Ramadhan, teman saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

%d blogger menyukai ini: