Delysusanti's Blog

tanpa judul

Posted on: Januari 3, 2011

Pernahkah Anda merasa terlalu lelah untuk memulai sebuah bisnis baru? Anda ingin menjalankan sebuah usaha yang sudah mapan, lebih memiliki kepastian, lebih sedikit risiko atau setidaknya sudah cukup stabil? Membeli sebuah bisnis akan menjadi salah satu solusi yang tepat. Anda tidak perlu lagi bersusah payah mencari pelanggan karena mereka sudah ada. Di samping itu, sudah tersedia sebuah catatan mengenai apa yang bisa djual dan apa yang tidak, yang dikumpulkan dari pengalaman pengelola terdahulu. Anda hanya cukup berfokus kepada peningkatan bisnis daripada memulai dari nol karena hampir semua infrastruktur serta peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia.

Pelanggan
Aset yang terpenting yang dapat Anda peroleh dalam membeli sebuah bisnis ialah para pelanggan. Meskipun sudah ada produk yang bagus atau infrastruktur yang memadai, membangun basis pelanggan merupakan satu hal yang membutuhkan waktu lama. Dibutuhkan kesabaran dan konsistensi yang tinggi untuk memupuk jumlah pelanggan, belum termasuk menumbuhkan loyalitas pelanggan terhadap produk atau jasa yang diluncurkan. Pastikan juga bahwa pelanggan merasa puas dan mereka tidak akan beralih ke penyedia produk atau jasa lainnya meski pemilik bisnis yang sekarang telah menjualnya kepada Anda.

Pegawai
Ketahui nilai dari masing-masing pegawai yang Anda miliki. Adakan sebuah rapat dengan mereka. Tanyakan kepada mereka mengenai seberapa pentingnya arti pegawai yang ada sekarang untuk perkembangan bisnis secara keseluruhan? Apakah staf penjualan memiliki hubungan yang erat dengan para pelanggan penting? Anda mugkin bisa mempertimbangkan untuk memberikan insentif untuk memastikan bahwa para pegawai akan tetap melakukan bisnis paling tidak melalui peiode transisi.

Fasilitas
Penyewaan bukanlah bagian integral dari neraca keuangan tetapi ia bisa menjadi sebuah kewajiban tersembunyi yang luar biasa. Ketahui jika pemilik yang sekarang secara pribadi memberikan jaminan sewa dan menentukan apakah mereka bisa memberikan jaminan kepada Anda juga.

Ada peraturan-peraturan penting untuk dipertimbangkan juga. Perundang-undangan lingkungan terutama menempatkan beban pembersihan properti yang terpolusi kepada pemilik properti yang sekarang dan dalam beberapa kasus, kepada pemegang hak sewa. Ketahui pula apakah properti itu pernah dimiliki atau disewakan oleh produsen yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menghasilkan sampah berbahaya yang bisa mencemari lingkungan. Cari tahu apakah tindakan pembersihan telah dilakukan.

Laporan keuangan
Jangan menilai laporan keuangan historis dari sisi permukaannya saja, terutama jika tidak disertai oleh surat audit yang meyakinkan dari firma akuntan publik yang bersertifikat. Jangan sampai Anda bingung dalam membedakan sebuah kompilasi dari review/ ulasan. Hanya sebuah audit yang mewajibkan seorang akuntan publik bersertifikat menguji infomasi keuangan. Jika sang penjual menawarkan sebuah taksiran kepada Anda, jangan pernah menganggapnya.

Piutang
Kemungkinan besar jika bisnis itu memiliki piutang, nilainya akan digelembungkan. Periksalah dengan seksama perubahan piutang dan tentukan jumlah apa yang melampaui ambang normal yang ada dalam praktik industri yang sejenis (termin nilai nominal sering diabaikan). Kemudian anggaplah bahwa sebagian jumlah piutang itu (yang masih berlaku) akan juga berubah menjadi utang.

Inventaris
Nilai pasar barang inventaris akan selalu mengalami penurunan dari jumlah yang dibayarkan saat membeli. Meskipun beberapa bisnis yang lebih besar cenderung memiliki barang-barang yang lebih lambat bergerak, banyak bisnis kecil yang bahkan lebih ragu-ragu dalam memasukkan atau menjual sebuah barang yang sudah dianggap usang.

Pesaing
Yakinlah bahwa Anda tidak berjalan menuju ke dalam sebuah ladang ranjau. Apakah perang harga terjadi? Apakah para pesaing memotong margin keuntungan mereka hingga batas minimum? Apakah penjual yang sekarang mendengar tentang laporan mengenai perusahaan yang memasuki ceruk pasar mereka?

Pengacara
Anda perlu berkonsultasi dengan seorang pengacara yang benar-benar mengerti bidang usaha kecil sebelum menandatangani perjanjian jual beli. Hal ini penting karena ia bisa menujukkan pada Anda berbagai hal yang tersembunyi seperti kotrak, kewajiban kerja, proses hukum, tagihan kepada vendor, ewa, dan lain-lain.

Kerahasiaan
Anda harus memiliki sebuah perjanjian yang kuat dengan pemilik yang sekarang mengenai dengan siapa saja, pada tingkatan perundingan apa, dan dalam kondisi bagaimana Anda dapat berdiskusi tentang ketertarikan Anda dalam membeli sebuah bisnis. Memberitahu pelanggan penting bahwa Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli sebuah bisnis yang belum dinyatakan di jual secara umum akan memunculkan risiko terhadap bisnis dan dapat membuat Anda dituntut secara hukum oleh pemilik bisnis yang bersangkutan. (www.ciputraentrepreneurship.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

%d blogger menyukai ini: