Delysusanti's Blog

Pendahuluan

Model sistem umum pada perusahaan adalah dimana penyerdahanaan objek, yang terdiri dari berbagai jenis model yang digunakan oleh perusahaan beserta kegunaan model itu sendiri yang mempengaruhi juga di perusahaan agar mempermudah pengertian, komunikasi, dan memperkirakan masa depan. Yang biasa digunakan oleh perusahaan adalah model sistem informasi fisik dan konseptual. Dan pada pendekatan sistem adalah sebagai perwjudan manajer dalam pengambilan keputusan dan memecahkan masalah pada perusahan tersebut.

Pembahasan

MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN

Definisi Model : penyederhanaan dari suatu objek.

Model mewakili sejumlah objek atau aktifitas yang disebut entitas.

JENIS-JENIS MODEL :

  1. Model Fisik ; penggambaran entitas dalam bentuk 3 dimensi.
  2. Model Naratif ; menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan.
  3. Model Grafik ; menggambarkan entitas dengan sejumlah garis atau symbol.
  4. Model matematika ; sebagian besar perhatian dalam pembuatan bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Keunggulannya, ketelitian dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.

KEGUNAAN MODEL :

  1. Mempermudah Pengertian, suatu model pasti lebih sederhana dari pada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.
  2. Mempermudah Komunikasi, setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu sering pula dikomunikasikan pada orang lain.
  3. Memperkirakan Masa Depan, ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis lain.

“MODEL SISTEM UMUM”

  1. Sistem Fisik, merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.

Arus sumber daya fisik yang mengalir :

  1. Arus material.
  2. Arus personil.
  3. Arus mesin.
  4. Arus uang.

Informasi Informasi

Sistem Fisik Perusahaan sebagai system yang terkendali

  1. Sistem Konseptual,

Sebagian sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut “Lingkaran Umpan Balik” yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula sebaliknya.

a) Sistem Lingkaran Terbuka.

b) Sistem Lingkaran Tertutup.

Pengendalian Manajemen; pihak manajemen menerima informasi yang menggambarkan output sistem.

Pengolah Informasi; Perjalanan informasi tidak selalu dari sistem fisik kepada manajer. Para manajer memperoleh informasi dari sistem yang menghasilkan informasi dari data yang terkumpul.

DIMENSI – DIMENSI INFORMASI

Saat para manajer menentukan output yang harus disediakan para pengolah informasi, mereka mempertimbangkan 4 dimensi dasar informasi :

  1. Relevansi.
  2. Akurasi.
  3. Ketepatan waktu.
  4. Kelengkapan.

Manajer adalah orang yang terbaik untuk menentukan dimensi-dimensi informasi yang ia perlukan. Jika perlu analis sistem dapat membantu manajer mendekati tugas ini secara logis.

Manajer menggunakan standar untuk mengendalikan sistem fisik dengan kinerja actual.

“Sistem konseptual yang mengendalikan sistem fisik terdiri dari 3 elemen penting : manajer, pengolah informasi dan standar”

Standar dikombinasikan dengan output informasi dari pengolah informasi, memungkinkan manajer untuk melaksanakan “management by exception” (suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktifitas hanya jika aktifitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat diterima).

Management by Exception memberikan 3 keuntungan dasar :

  1. Manajer tidak membuang waktu memantau aktifitas yang berlangsung secara normal.
  2. Karena lebih sedikit keputusan yang dibuat, tiap keputusan dapat menerima perhatian lebih menyeluruh.
  3. Perhatian dipusatkan pada peluang-peluang, maupun pada hal-hal yang tidak berjalan semestinya.

Namun, terdapat pula sejumlah kendala yang harus diketahui :

  1. Beberapa kinerja bisnis tertentu tidak mudah ditentukan secara kuantitas sehingga standar tidak dapat ditetapkan.
  2. Suatu sistem informasi yang memantau kinerja secara akurat sangat diperlukan.
  3. Perhatian harus terus diarahkan pada standar untuk menjaga standar pada tingkat yang tepat.
  4. Manajer tidak boleh menjadi pasif dan hanya menunggu batas kinerja dilewati.

Konsep manajemen yang serupa dengan Management by Exception disebut Critical Success Factor. CSF adalah salah satu kegiatan perusahaan yang berpengaruh kuat pada kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Standar kinerja digunakan untuk manajemen dan pengolah informasi

Perubahan-perubahan dibuat dalam sistem fisik melalui arus keputusan

Arus Keputusan, data diubah menjadi informasi oleh pengolah informasi, dan informasi diubah menjadi keputusan oleh manajer. Pengolah informasi dan manajer bekerja sama untuk mengubah data menjadi keputusan.

Model Sistem Umum Perusahaan

PENDEKATAN SISTEM

Manajer terlibat dalam pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan yang efektif dan efisien.
Sistem Konseptual adalah suatu sistem pemecahan masalah yang terdiri dari manajer, informasi dan standar. 2 elemen lain masuk dalam proses perubahan masalah menjadi solusi (solusi alternatif dan kendala).

TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM

  1. Usaha Persiapan
  • Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.
  • Mengenal sistem lingkungan.
  • Mengidentifikasi subsistem perusahaan.
  1. Usaha Definisi
  • Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.

Tujuannya : mengidentifikasi tingkat sistem tempat persoalan berada.

  • Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu :
  1. Mengevaluasi standar.
  2. Membandingkan output dengan standar.
  3. Mengevaluasi manajemen.
  4. Mengevaluasi pemroses informasi.
  5. Mengevaluasi input dan sumber daya input.
  6. Mengevaluasi proses.
  7. Mengevaluasi sumber daya output.
  8. Usaha Persiapan
  • Pertimbangan alternatif yang layak.
  • Mengevaluasi berbagai solusi alternatif.
  • Memilih solusi terbaik.
  • Menerapkan solusi.
  • Memastikan bahwa solusi tersebut efektif.

FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH

3 Kategori manajer dalam merasakan masalah :

1) Penghindar masalah (Problem Avoider), manajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik- baik saja.ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.

2) Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah (Problem Seeker)) :

a) Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.

b) Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.

3) Menggunakan informasi untuk memecahkan masalah/Pemecah masalah ( Problem solver) :

a) Gaya sistematik, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. Co. : pendekatan sistem.

b) Gaya intuitif, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDEKATAN SISTEM

  1. 1. Pemecahan Masalah

Masalah merupakan suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan luar biasa. Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberikan respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Oleh karena itu masalah penting untuk dipecahkan. Keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut.

Elemen-elemen proses pemecahan masalah :

 

Elemen-elemen

Standar : menggambarkan keadaan yang diharapkan apa yang harus dicapai oleh sistem.

Informasi : menggambarkan keadaan saat ini – apa yang sedang dicapai oleh sistem.

Perbedaan antara masalah dan gejala. Gejala adalah kondisi yang dihasilkan oleh masalah. Untuk memberikan ilustrasi ini, kita ambil contoh, seorang manajer dihadapkan pada suatu gejala seperti laba yang rendah. Dalam hal ini ada masalah penyebab laba rendah. Jadi dalam kaitan ini, masalah adalah penyebab dari suatu persoalan, atau penyebab dari suatu peluang.

Jenis-jenis masalah :

  • Masalah terstruktur; apabila terdiri dari elemen dan hubunganhubungan antar elemen yang semuanya dipahami oleh pemecah masalah.
  • Masalah tak terstruktur; berisi elemen-elemen atau hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah.
  • Masalah semi-terstruktur, masalah yang berisi sebagian elemenelemen atau hubungannya yang dimengerti oleh pemecah masalah.
  1. Pendekatan Sistem

Proses pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey, seorang professor filosofi di Columbia University pada awal abad ini. Dalam bukunya 1910 diidentifikasi ada 3 seri penilaian dalam memecahkan suatu kontroversi yang memadai :

1) Mengenali kontroversi.

2) Menimbang klaim alternatif.

3) Membentuk penilaian.

Tahap-tahap dan langkah-langkah pendekatan sistem :

  • Tahap I : Usaha Persiapan

Langkah 1 : Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.

2 : Mengenali sistem lingkungan.

3 : Mengidentifikasi subsistem perusahaan.

  • Tahap II : Usaha Definisi

Langkah 4 : Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.

5 : Menganalisa bagian sistem dalam urutan tertentu.

  • Tahap III : Usaha Solusi

Langkah 6 : Mengidentifikasi solusi alternatif.

7 : Mengevaluasi solusi alternatif.

8 : Memilih solusi terbaik.

9 : Menerapkan solusi terbaik.

10 : Membuat tindak lanjut bahwa solusi itu efektif.

 

 

 

 

Tiap tingkatan manajemen adalah suatu sub-sistem.

 

Keterangan tambahan dari langkah-langkah pendekatan sistem :

Langkah 5: Menganalisis bagian-bagian sistem dalam urutan tertentu.

Analisis bagian-bagian sistem dapat digambarkan sebagai berikut :

 

Urutan menggambarkan prioritas tiap elemen dalam pemecahan masalah. Misalnya, masalah dalam elemen 4 tidak bisa dipecahkan kalau ada masalah dalam elemen tiga.

Elemen 1 : Mengevaluasi standar. Standar kinerja dinyatakan dalam bentuk rencana, anggaran, dan kuota. Standar memiliki karakteristik tertentu :

  • Standar harus sah (valid).
  • Standar harus realistis.
  • Standar harus dimengerti oleh mereka yang diharapkan untuk mencapai.
  • Standar harus terukur.

Elemen 2 : Membandingkan output sistem dengan standar.

Elemen 3 : Mengevaluasi manajemen. Suatu penilaian kritis dilakukan atas manajemen sistem dan struktur organisasi. Sinyal-sinyal adanya masalah : (1) manajer bekerja dalam jam yang sangat panjang dan (2) keputusan-keputusan terbukti salah.

Elemen 4 : Mengevaluasi pemroses informasi.

Elemen 5 : Mengevaluasi input dan sumberdaya input. Pada analisis ini konseptual sistem tidak lagi merupakan persoalan, permasalahan ada pada sistem fisik.

Elemen 6 : Mengevaluasi proses transformasi. Contoh-contoh modern dalam memecahkan masalah transformasi adalah: otomatisasi, penggunaan robot, computer-aided design dan computer-aided manufacturing (CAD/CAM) dan computer integrated manufacturing.

Elemen 7 : Mengevaluasi sumber daya output.

Pada langkah 6 – Mengidentifikasi berbagai alternatif solusi.

Manajer mengidentifikasi bermacam-macam cara untuk memecahkan permasalahan yang sama. Manajer jarang memecahkan masalah sendirian, biasanya dilakukan tukar menukar pikiran (brain storming). Pendekatan formal disebut sesi JAD (Joint Application Design), suatu rancangan aplikasi bersama dan merupakan pendekatan system pendukung keputusan secara kelompok (group decision support system) untuk memecahkan masalah. Contoh pemecahan masalah yang tidak sanggup menangani volume aktivitas pekerjaan yang meningkat. Ada 3 solusi alternatif : (1) menambah lebih banyak peralatan pada computer yang ada untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatannya; (2) menggantikan komputer yang ada dengan yang lebih besar; (3) menggantikan komputer yang ada dengan jaringan komputer local (LAN) dari komputer-komputer yang lebih kecil.

Langkah 7 – Mengevaluasi berbagai alternatif solusi.

Mengevaluasi alternatif dengan menggunakan kriteria evaluasi. Dari contoh tadi, keuntungan dan kerugian dipertimbangkan dengan kriteria : (1) biaya operasi; (2) pelatihan pemakai; (3) daya respon; (4) keamanan data; dan (5) kemampuan mengadaptasi perubahan kebutuhan.

Adapun evaluasi dari ketiga alternatif tersebut adalah :

 

Langkah 8 – Memilih Solusi Terbaik

Menurut Henry Mintzberg (ahli manajemen) ada 3 cara memilih alternative terbaik :

  • Analisis : Suatu evaluasi sistematis atas pilihan-pilihan, mempertimbangkan konsekwensinya pada tujuan organisasi.
  • Penilaian : Proses mental dari seorang manajer.
  • Tawar-menawar : Negosiasi antara beberapa manajer.

Langkah 9 – Menerapkan Solusi. Setelah ada solusi perlu diterapkan untuk mengetahui efektivitasnya.

Langkah 10 – Membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu efektif. Mengatasi situasi untuk memastikan bahwa solusi mencapai kinerja yang direncanakan.

  1. 3. Model Pendekatan Sistem Integrasi

Faktor-faktor Pribadi yang Mempengaruhi

Pemecahan Masalah :

Tiap manajer memiliki gaya pemecahan masalah yang unik. Gaya ini mempengaruhi keterlibatannya dalam merasakan masalah, mengumpulkan informasi, dan menggunakan informasi.

Merasakan masalah :

Ada tiga kategori dasar dalam gaya merasakan masalah (problemsensing style), yaitu :

  • Menghindar masalah (problem avoider), mengambil sikap positif dan menganggap bahwa semua baik – baik saja.
  • Pemecah masalah (problem solver), manajer ini tidak mencari dan tidak menghalangi masalah.
  • Pencari masalah (problem seeker), manajer ini menikmati pemecahan masalah dan mencarinya.

Mengumpulkan informasi :

Gaya mengumpulkan informasi ada dua :

  • Gaya teratur (preceptive styles), manajer jenis ini mengikuti management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.
  • Gaya menerima (receptive style), manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya atau orang lain dalam organisasi.

Menggunakan informasi :

Manajer juga cenderung menggunakan salah satu dari dua gaya menggunakan informasi, yaitu :

  • Gaya sistematik (systematic style). Manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan, misalnya pendekatan sistem.
  • Gaya intuitif (intuitive style).Manajer tidak lebih menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.

Di dalam pendekatan sistem, tiga komentar berikut perlu diperhatikan yaitu :

1) Pendekatan sistem sebenarnya hanyalah akal sehat (common sense).

2) Pendekatan sistem hanyalah satu cara memecahkan masalah.

3) Pendekatan sistem adalah metodologi sistem dasar. Suatu metodologi adalah suatu cara yang telah ditetapkan untuk melaksanakan sesuatu.

Daftar Pustaka

http://www.kaskus.us (by aleedzz) Posted 06-12-2009 at 10:48 AM

http://www.smecda.com

Pendahuluan

Digunakannya sistem informasi berbasis komputer adalah untuk memudahkan informasi yang diterima lebih efektif dan efisien serta sang manajer dapat membuat keputusan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan informasi dari jaringan-jaringan computer yang telah dibuat oleh perusahaan tersebut, semakin banyak. Sehingga sang manajer akan terus berkomunikasi dengan anak buahnya dimanapun berada serta dapat memecahkan masalah dengan baik.

Pembahasan

SUATU MODEL SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

  1. Model dari Computer Based Information System (CBIS)

Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan, informasi. Informasi disajikan secara lisan atau tulisan oleh suatu pengolah informasi. Porsi komputer dalam pengolah informasi terdiri dari tiap area aplikasi yang berbasis komputer – SIA, SIM, DSS, OA, dan ES. Sistem informasi berbasis komputer (computer-based information system) atau CBIS digunakan untuk menggambarkan lima subsistem yang menggunakan komputer (lihat gambar).

 

 

 

  1. Organisasi Jasa Informasi

Perusahaan-perusahaan yang menggunakan komputer menyadari perlunya membentuk unit-unit organisasional tersendiri yang terdiri dari para spesialis yang bertanggung jawab menerapkan sistem. Para spesialis informasi (information specialist) adalah pegawai perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara sistem berbasis computer.

Ada 5 spesialis informasi :

1)       Analis sistem (System Analyst), bekerjasama dengan pemakai mengembangkan sistem baru dan memperbaiki sistem yang ada sekarang.

2)       Pengelola database (Database administrator), bekerjasama dengan pemakai dan analis sistem menciptakan database yang berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan informasi bagi pemakainya.

3)       Spesialis jaringan (Network specialist), bekerjasama dengan analis sistem dan pemakai membentuk jaringan komunikasi data yang menyatukan berbagai sumberdaya komputer yang tersebar.

4)       Programer, menggunakan dokumentasi yang disediakan oleh analis sistem untuk membuat kode instruksi-instruksi yang menyebabkan komputer mengubah data menjadi informasi yang diperlukan.

5)       Operator, mengoperasikan peralatan komputer berskala besar seperti mainframe dan komputer mini.

Rantai komunikasi tradisional

 

 

 

  1. Pengelolaan CBIS

Kecenderungan menuju End-User Computing

End-User Computing (EUC) adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh para pemakai.

End-User Computing berkembang karena :

a)       Meningkatnya pengetahuan tentang komputer, berbagai tingkatan manajemen, mulai tingkat bawah diisi orang-orang yang menguasai komputer dengan baik.

b)       Antrian jasa informasi, para spesialis informasi selalu memiliki lebih banyak pekerjaan dengan yang dapat mereka tangani. Pemakai ingin mendapat layanan cepat.

c)       Perangkat keras yang murah.

d)       Perangkat lunak jadi; menawarkan dukungan peningkatan dan kemudahan penggunaan, dan memampukan perusahaan dan pemakai individu dengan sedikit atau tanpa keahlian computer untuk menerapkan sistem berbasis komputer.

Mencapai CBIS

Dalam beberapa hal, tiap subsistem dari CBIS menyerupai suatu organisme hidup-lahir, bertumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusioner ini disebut “Siklus kehidupan sistem” (system life cycle – CLC) dan terdiri dari tahapan : perencanaan, analisis, rancangan, penerapan, dan penggunaan.

Siklus ini mungkin berlangsung beberapa bulan, atau mungkin berlangsung beberapa tahun.

 

 

Berbagai peran manajer dan spesialis informasi selama siklus hidup sistem.

 

 

 

Daftar Pustaka

http://www.smecda.com

Memiliki bisnis yang besar dan terus menghasilkan keuntungan yang berlipat-lipat adalah impian setiap pengusaha pemula. Namun, ketika hal itu tidak terjadi sesuai dengan yang dipikirkan, kita pun menjadi stres. Hal ini pun terkadang membuat sebagian orang mundur dari dunia usaha.

Agar Anda tidak bernasib sama dengan pengusaha-pengusaha pemula seperti itu ada baiknya Anda mengetahui kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan oleh orang yang baru pertama kali terjun ke bidang bisnis dan bagaimana menghindari kesalahan tersebut. Berikut uraiannya:

1. Tak punya peta. Penulis-penulis buku tentang dunia kewirausahaan biasanya memberitahukan kepada pembacanya yang merupakan para wirausahawan baru agar apabila mereka ingin memulai usaha, mereka perlu pompa semangat bernama “gairah/passion”. Satu sisi ini ada benar, tetapi kurang. Jika Anda menilik lebih dalam lagi, sebenarnya Anda tak hanya membutuhkan bahan bakar untuk bergerak saja, tetapi Anda juga butuh rencana!

Oleh karena itu, ambillah waktu menyelidiki pasar dan target pelanggan, kompetisi, dan hal lainnya. Fokuskan diri untuk menjawab pertanyaan: “Bagaimana caranya menghasilkan pendapatan dari usaha ini?”

2. Menjual di bawah harga pasar. Sebelum mencantumkan harga, lakukanlah sejumlah perhitungan. Hitunglah pengeluaran tetap dan pengeluaran sewaktu-waktu. Buatlah riset pasar dan nilai harga kompetitor. Perhitungkan margin yang Anda butuhkan untuk mendapatkan keuntungan yang dibutuhkan.

3. Memulai bisnis cuma untuk coba-coba. Kebanyakan pengusaha baru hanya melihat gambaran besar; tipe visioner, pengambil risiko, pencari tantangan. Makin berhadapan dengan tantangan, makin bersemangat mereka. Tak jarang, tipe ini mencari-cari masalah supaya bisa menemukan tantangan dan merasa lebih bersemangat.

Ralph Warner dalam bukunya How to Run a Thriving Business menyatakan tujuan untuk menjalankan bisnis adalah mencetak uang dan tidak ada yang lain. Jangan mencoba mengambil risiko hanya untuk mendapatkan keseruan. Apa yang Anda lakukan ini membahayakan seluruh perusahaan dan orang-orang di dalamnya.

4. Tak mengerti tentang marketing sedikit pun. Jarang sekali orang-orang yang baru memulai bisnis menyusun rencana atau menyiapkan anggaran untuk marketing. Umumnya, pemilik usaha berpikir bahwa marketing adalah pengeluaran yang tak diperlukan. Parahnya, banyak dari antara orang-orang tersebut yang menyamaartikan marketing dengan sales.

Rob Gelphman menyatakan marketing sangatlah berbeda dengan sales; marketing harus memikirkan tentang penjualan di masa depan, Sementara sales harus memikirkan berapa banyak penjualan yang terjadi hari ini. Oleh karenanya ketika mengawali menjalankan perusahaan, gajilah orang yang bisa membantu merencanakan proyek dan menyusun langkah ke depan. Baru setelah itu, kirimlah para sales perusahaan Anda untuk berjualan.

5. Bos tidak sama dengan sahabat. Walaupun baru, sebisa mungkin perusahaan Anda sudah memiliki prosedur yang jelas agar setiap karyawan mengerti peran mereka disana. Oleh karenanya, buatlah sebuah buku manual aturan yang mendefinisikan mengenai pembagian kerja, pemecatan, kepegawaian, penilaian, cuti, kompensasi, promosi, dan lainnya.

6. Menghamburkan modal. Pada umumnya pengusaha baru kurang merencanakan kebutuhan finansial mereka. Mereka lebih banyak menghamburkan uang pada barang-barang yang kurang dibutuhkan, seperti furnitur, teknologi dan barang kantor, atau mengupah terlalu banyak eksekutif dari yang dibutuhkan. Walaupun Anda memiliki tenaga sales yang handal, tetapi pembayaran uang sesuai yang telah disepakati bisa saja terjadi belakangan. Alangkah bagusnya bila Anda memiliki akuntan yang bisa melakukan analisis keuangan perusahaan Anda.

7. Lupa memperhitungkan orang terkasih. Para pengusaha pemula biasanya memiliki semangat yang luar biasa dalam bekerja sehingga tak jarang orang-orang di rumah “ditelantarkan”. Ini bukanlah pilihan keputusan yang tepat. Meskipun Anda fokus dengan usaha baru Anda, tetapi ingatlah akan keberadaan orang-orang terdekat Anda. Perhatikanlah mereka. Janganlah biarkan perusahaan yang baru Anda bangun malah membuat orang-orang yang Anda sayangi tersakiti.

Semoga artikel ini memberi manfaat bagi Anda, para calon maupun pengusaha yang baru terjun ke dalam bidang bisnis. Akhir tulisan, selamat membangun usaha dan berinvestasi !!
Source : Kompas.com

 

Kumpulan artikel dari teman (Osman Ramadhan)

 

 

Menunggu agar kondisi yang sempurna tercapai sama juga dengan menunggu selamanya

Bila memikirkan modal yang terlalu tinggi, Anda tidak akan pernah dapat mewujudkan keinginan. Mulailah dari yang sederhana

Kecil adalah modal untuk menjadi besar
Kalah adalah modal untuk menjadi menang
Gagal adalah modal untuk menjadi sukses

Tuhan memberikan masalah sekaligus solusinya

Tidak ada masalah dengan masalah, yang menjadi masalah adalah cara kita yang salah dalam menghadapi masalah
(KH Abdullah Gymnastiar)

Supaya bola bisa melambung tinggi, perlu jatuh ke lantai dengan keras
(Mario Teguh)

Apabila usaha anda jatuh (gagal), itu pertanda punya peluang untuk melompat lebih tinggi

Seperti bayi, cobalah untuk terus berjalan walau harus jatuh-bangun di awalnya

Manusia sesungguhnya adalah apa yang ia pikirkan di dalam hatinya

Tindakan mengalahkan ketakutan

Untuk berpikir besar kita harus menggunakan kata dan frase yang menghasilkan citra atau gambar mental yang positif dan besar

Jangan memandang sesuatu sebagaimana adanya, tetapi pandanglah kemungkinan-kemungkinannya. Visualisasi menambah nilai pada segala sesuatu. Pemikir besar selalu memvisualisasikan apa yang dapat dilakukan pada masa datang. Ia tidak puas dengan masa sekarang

Jika Anda percaya, pikiran anda mencari jalan untuk melaksanakannya

Orang yang berpikir pekerjaannya penting, Mendapat isyarat mental tentang bagaimana melakukan pekerjaannya dengan lebih baik

Berbicaralah hanya tentang kebahagiaan, berbicaralah hanya tentang kemajuan, berbicaralah hanya tentang keberhasilan

Jadikan kebiasaan meminta nasihat dari orang yang benar-benar tahu

Untuk membuat orang lain antusias, Anda sendiri harus lebih dahulu antusias

Dalam segala yang Anda lakukan, Lakukanlah dengan bersemangat

Orang melakukan lebih banyak untuk Anda jika Anda membuat mereka merasa penting
Gunakan tindakan untuk menyembuhkan ketakutan dan mendapatkan kepercayaan diri

Nothing in life is to be feared, It is only to be understood
(Marie Curie)

Kebanyakan dari kegagalan dalam kehidupan adalah karena manusia tidak sadar bahwa mereka nyaris sukses sewaktu putus asa
(Thomas Edison)

Kegagalan bukanlah suatu pertanda telah tamat dan kesuksesan juga tidak pernah berakhir
(Dr. Robert Schuller)

Mereka yang tidak pernah mendaki jarang jatuh
(Jhon Greenleaf Whittier)

Saya lebih rela mencoba sesuatu yang hebat dan gagal; daripada tidak mencoba apa-apa dan langsung sukses

Kegagalan dan kekecewaan membuat kita begitu tertekan, tetapi ia juga mendatangkan kekuatan, membentuk watak, dan ketahanan diri, yang menjadi bekal penting guna mencapai kesuksesan

Kesuksesan tidak akan tercapai kecuali Anda mau mengambil resiko, meneruskan perjuangan, bersedia gagal dengan menyedihkan, dan berjuang kembali
(Philip Adams)

Ketika Anda berhenti membuat kesalahan, Anda sebenarnya telah berhenti belajar
(Billi Lim)

Senjata kaum lemah adalah keluhan

Pada saat ujian diberikan, muncullah orang-orang yang berhasil dan orang-orang yang gagal

Barang siapa bercita-cita tanpa amal perbuatan maka cita-citanya akan menyertai kematiannya

Jangan takut kepada penentangmu. Layang-layang terbang karena menentang angin, bukan karena mengikutinya

Dari kebodohan kita berbuat salah dan dari kesalahan kita belajar

Kehidupan adalah harapan, dan orang yang kehilangan harapan telah kehilangan kehidupan

Barangsiapa bekerja keras, maka tidak ada waktu baginya untuk mencucurkan airmata

Sabar adalah jalan yang penuh duri, jika anda mampu melewatinya, Anda akan dapat meraih maksud dan tujuan

Orang besar adalah mereka yang berhasil bangkit sesudah menemui kegagalan

Pekerjaan yang sukses adalah pekerjaan yang didasarkan pada perencanaan matang dan rasional

Tiga jalan untuk mencapai kesuksesan: percaya kepada diri sendiri – selalu jujur – bekerja keras dan tekun

Kehidupan manusia adalah medan peperangan tanpa gencatan senjata

Orang yang paling bangkrut dalam hidupnya ialah yang kehilangan semangat hidup

Bagi orang yang kehilangan segala-galanya –kecuali semangatnya—maka tahun-tahun kegagalan akan disusul dengan tahun-tahun kesuksesan

Orang yang tidak pernah merasakan pahit getirnya kemiskinan tidak akan merasakan lezatnya kekayaan
Kegagalan banyak terjadi karena ia punya banyak cara, sedangkan kesuksesan sukar dicapai karena ia hanya memiliki satu cara

Orang yang percaya diri tidak membutuhkan pujian orang lain

Ketika orang menjegal Anda dari belakang, ketahuilah bahwa sekarang Anda berada di depan

Ketika manusia melihat cahaya, barulah ia bisa membedakannya dengan kegelapan

Orang yang paling menganggur ialah orang yang orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu luangnya

Pukulan yang tidak menyebabkan kematian seseorang akan menambah ketabahan dan ketegarannya

Apabila Anda masih memiliki harapan, tidak ada yang mustahil bagi Anda

Barangsiapa tidak tahan terhadap kejenuhan dan kepayahan menuntut ilmu dalam satu jam, maka dia harus tahan dalam kerendahan kejahilan seumur hidup

Jika Anda mampu mengambil pelajaran dari berbagai macam peristiwa, Anda tidak perlu lagi melakukan pilihan

Tiga hal yang buruk: dusta, malas, pesimistis

Pencuri yang “mencuri” masa kemudaan kita adalah zaman

Satu-satunya cara menghindari kesalahan ialah dengan memiliki pengalaman. Dan satu-satunya cara memperoleh pengalaman ialah dengan melakukan kesalahan beberapa kali

 

kumpulan artikel dari teman (Osman Ramadhan)

Setelah seseorang memutuskan untuk menjadi pelanggan dari produk dan jasa Anda, apa yang Anda lakukan selanjutnya? Apakah Anda akan berjabat tangan dengan pelanggan baru Anda tersebut dan mengantarnya keluar dari ruangan Anda karena tujuan Anda telah tercapai atau… Apakah Anda akan duduk dengan tenang bersama pelanggan baru Anda tersebut dan menyempatkan diri selama beberapa menit untuk meyakinkannya bahwa ia telah melakukan hal yang benar?

Saya harap Anda mengambil keputusan yang terakhir…

Ada suatu pendapat di industri pemasaran bahwa Anda tidak seharusnya menjual setelah pembelian terjadi . Dengan kata lain, ketika seseorang telah memutuskan untuk membeli produk dan jasa Anda, berhentilah menjual. Saya sependapat. Namun demikian, jangan pernah berhenti untuk kembali meyakinkan keputusan pembelian yang telah dilakukan oleh pelanggan baru Anda.

Segera setelah transaksi pembelian dilakukan, pekerjaan Anda sebagai customer support dimulai dan hal tersebut tidak akan pernah berakhir.

Ketika suatu keputusan pembelian telah dibuat, yakinkan kembali pelanggan baru Anda bahwa ia tidak akan pernah menyesali keputusan tersebut. Kekecewaan pelanggan setelah melakukan keputusan pembelian terkadang adalah hal yang wajar dan Anda tentu saja tidak mau membiarkan hal tersebut berkepanjangan sehingga mereka akan kabur dari daftar pelanggan setia Anda hanya karena Anda lupa menyisihkan sedikit dari waktu Anda untuk meyakinkan mereka kembali. Bila Anda bisa menciptakan suatu kondisi dimana pelanggan Anda sangat paham mengenai produk dan jasa yang mereka beli, maka hubungan bisnis yang sebenarnya pun baru bisa dimulai.

Berikut adalah 10 cara untuk mengukuhkan keputusan pembelian yang telah dibuat dan memulai hubungan bisnis jangka panjang dengan pelanggan baru Anda:

Tips 1:
Hubungi kembali pelanggan-pelanggan baru Anda tersebut sehari setelah pembelian produk dan jasa Anda. Ungkapkan kembali betapa senangnya Anda bahwa mereka sekarang adalah pelanggan dari produk dan jasa Anda dan betapa Anda mengharapkankan bahwa produk dan jasa tersebut memang benar menguntungkan bagi mereka. Anda bisa menghubungi pelanggan-pelanggan baru Anda tersebut dengan telepon atau e-mail tergantung dari jenis bisnis Anda dan mungkin produk dan jasa yang dibeli.

Tips 2:
Ceritakan mengenai pelanggan lainnya yang telah membeli produk dan jasa Anda dan betapa puasnya mereka saat ini.

Tips 3:
Kirim ucapan kartu terima kasih karena telah menjadi pelanggan Anda.

Tips 4:
Ajari pelanggan baru Anda perihal prospek dari produk dan jasa Anda di masa yang akan datang. Berikan kepada mereka penjelasan yang singkat, jelas, dan padat perihal apa yang seharusnya mereka lakukan paska pembelian dan apa yang akan Anda lakukan sebagai penjual untuk menjamin kenyamanan mereka terhadapa produk dan jasa Anda.

Tips 5:
Beritahukan kepada pelanggan baru Anda bagaimana caranya untuk mendapatkan informasi dan bantuan teknis andaikan mereka memiliki pertanyaan atau mendapatkan masalah dari produk dan jasa yang telah mereka beli dari Anda di kemudian hari.

Tips 6:
Apabila Anda sedang mengirimkan produk melalui jasa pihak ketiga (kurir), beritahukan kapan persisnya produk tersebut diberangkatkan dari tempat Anda. Anda pun harus proaktif untuk menanyakan kepada kurir Anda untuk memastikan produk tersebut selamat sampai di tujuan. Apabila bisnis Anda tidak menggunakan telepon sebagai media untuk menghubungkan Anda dengan pelanggan-pelanggan Anda, Anda bisa kirimkan e-mail automatis kepada mereka.

Tips 7:
Sehubungan dengan tip di atas, sediakan suatu sistem dimana pelanggan Anda dapat melacak status pengiriman dari produk Anda tersebut.

Tips 8:
Hubungi kembali pelanggan Anda tersebut seminggu setelah pembelian atau pengiriman untuk memastikan produk tersebut sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Lakukan hal yang sama sebulan setelahnya.

Tips 9:
Simpan e-mail pelanggan-pelanggan Anda dan secara periodik, kirim berita perkembangan seputar bisnis Anda (atau mungkin produk dan jasa baru dari Anda). Lanjutkan hubungan baik Anda dengan pelanggan-pelanggan Anda setelah pembelian dilakukan dan jangan pernah berhenti.

Tips 10:
Beritahukan kepada pelanggan-pelanggan Anda saat ini seputar penawaran terbaru dan diskon special dari waktu ke waktu. Biarkan mereka tahu bahwa ada sesuatu yang spesial dengan menjadi pelanggan Anda. Pelanggan-pelanggan Anda saat ini seperti orang dalam dengan akses khusus dan ketika mereka puas dengan kinerja Anda, mereka tak akan segan-segan memberitahukan hal tersebut kepada yang lainnya.

Itulah 10 tips dari penulis kepada pebisnis lainnya yang saat ini sedang menjalankan usaha mereka dengan gigih. Ingatlah selalu bahwa kesan pertama memegang peranan penting dalam sebuah bisnis, sama pentingnya di kehidupan sosial kita. Dan memastikan bahwa pelanggan-pelanggan Anda terintegrasi dengan sistem pendukung penjualan yang telah Anda buat dan meyakinkan mereka perihal keputusan pembelian yang telah dilakukan sangatlah penting untuk kesuksesan bisnis Anda di masa yang akan datang

 

kutipan dari inbox teman (Osman Ramadhan)

(Vibiznews – Sales & Marketing) – Sales yang sudah Anda idam-idamkan untuk berhasil rupanya terus gagal. Apa masalahnya? Mungkin body language Anda menjadi salah satu masalah. Body language yang Anda tampilkan sangat berpengaruh dalam meninggalkan kesan pada orang lain. Oleh karena itu, Anda sebaiknya belajar untuk menampilkan body language yang sesuai.

Eye Contact
Ketika menjabat tangan, tatap mata mereka dan tersenyumlah dengan tulus! Sebuah senyuman yang hangat dari Anda tentunya akan mencairkan suasana. Selagi berbicara ataupun presentasi, jagalah eye contact dengan mereka secara konsisten. Tidak perlu terus-terusan setiap saat, namun jaga sekali supaya Anda tetap `terhubung` dan pesan Anda tersampaikan kepada mereka.

Bayangkan bagaimana jika Anda menjelaskan sesuatu, namun mata Anda kemaan-mana dan tidak focus? Tentunya orang lain akan merasa tidak dihargai. Mereka juga jadinya tidak focus kepada Anda. Mereka tidak akan menangkap apa yang Anda sampaikan!

Greeting
Sebuah jabat tangan tentunya harus disertai dengan sambutan (greeting) seperti “senang bertemu dengan Anda”. Biasanya ketika Anda memulai percakapan, kondisinya masih sedang berjabat tangan. Jangan langsung menarik tangan Anda. Seiring dia berbicara, tarik tangan Anda secara perlahan untuk menunjukkan bahwa Anda memperhatikan apa yang diucapkannya.

Kemudian biasanya ketika baru berkenalan, Anda akan bertukar kartu nama. Ambil kartu namanya dengan dua tangan, ini menunjukkan kesopanan Anda. Setelah menerimanya, jangan kemudian langsung dimasukkan tas atau dompet. Lihat dan baca sejenak, kemudian konfirmasi lagi kepadanya. Ini untuk memulai jalinan interaksi dengannya.

Postur
Postur tubuh Anda juga penting. Berdirilah dengan tegap, jangan bungkuk. Jangan taruh tangan di dalam saku, taruh saja di luar. Kemudian berdirilah jangan terlalu jauh dan jangan terlalu dekat dengan lawan bicara Anda (>1 meter). Kemudian posisikan tubuh Anda face-to-face dengannya. Jika subjek sedang berada di tengah percakapan, maka sabarlah supaya ia tidak terganggu. Sebelum menjabat tangannya, maka fokuskan perhatian dengan penuh.

Jabat Tangan
Siapa sangka sebuah jabat tangan bisa memberikan kesan kuat kepada penerimanya? Ya, ternyata jabat tangan seringkali menjadi perangkat untuk menilai kesan pertama dari seseorang dan mereka-reka kepribadiannya.

Sebuah jabatan tangan sebaiknya jangan terlalu kuat, namun jangan terlalu lemah. Setidaknya ada tiga tipe jabat tangan. Dua diantaranya memberi kesan bagus, namun yang satu lagi harus Anda hindari. Dengan mengetahui ini, Anda juga bisa menentukan seperti apa kepribadian pihak lawan.

Pertama, jika Anda menemui orang yang menjabat tangan dengan telapak tangan lebih mengarah ke tanah, maka ini adalah indikator bagus karena ia adalah seorang pengambil keputusan yang bagus. Pesan dari mereka yang menjabat tangan seperti ini adalah mereka ingin mengontrol.

Namun, apakah berarti penjabat tangan dengan telapak tangan keatas artinya buruk? Jika Anda berinisiatif untuk menjabat tangan seperti ini, maka ini memberi kesan bahwa Anda menyambut kedatangan mereka, dan membiarkan mereka untuk dominant, sehingga mereka juga akan menjadi lebih terbuka kepada Anda. Jabat tangan pertama atau kedua yang Anda pilih, ini tergantung pada kesan apa yang ingin Anda tinggalkan.

Tipe yang ketiga adalah jabat tangan ‘dreaded dead fish’ yang harus Anda hindari. Jabat tangan seperti ini adalah jabat tangan yang lemah, tidak berenergi, dan tidak menggenggam tangan pihak lawan sepenuhnya. Jabat tangan seperti ini mengesankan bahwa Anda orang yang lemah, dan bukan seorang pengambil keputusan.

Ketika pertemuan berakhir, maka tentunya saat Anda untuk berjabatan tangan kembali. Kini, Anda harus memberikan kesan yang kuat. Jabat tangannya seperti biasa, dan gunakan tangan kiri Anda juga untuk menjabat. Mungkin Anda juga perlu mengemukakan janji yang sudah dibuat dalam pertemuan tersebut, misalnya “Proposal akan saya kirim besok, dan lusa saya akan menghubungi Anda kembali,” Sehingga dengan cara menjabat tangan seperti itu, menunjukkan komitmen dan ketertarikan kuat dari Anda.

Demikian adalah sekelumit body language yang mungkin bisa membantu Anda dalam proses sales. Dengan serangkaian body language yang tepat, maka Anda akan bisa menampilkan sikap yang positif dan meningkatkan potensi suksesnya penjualan Anda. Semoga sukses!

 

Pernahkah Anda merasa terlalu lelah untuk memulai sebuah bisnis baru? Anda ingin menjalankan sebuah usaha yang sudah mapan, lebih memiliki kepastian, lebih sedikit risiko atau setidaknya sudah cukup stabil? Membeli sebuah bisnis akan menjadi salah satu solusi yang tepat. Anda tidak perlu lagi bersusah payah mencari pelanggan karena mereka sudah ada. Di samping itu, sudah tersedia sebuah catatan mengenai apa yang bisa djual dan apa yang tidak, yang dikumpulkan dari pengalaman pengelola terdahulu. Anda hanya cukup berfokus kepada peningkatan bisnis daripada memulai dari nol karena hampir semua infrastruktur serta peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia.

Pelanggan
Aset yang terpenting yang dapat Anda peroleh dalam membeli sebuah bisnis ialah para pelanggan. Meskipun sudah ada produk yang bagus atau infrastruktur yang memadai, membangun basis pelanggan merupakan satu hal yang membutuhkan waktu lama. Dibutuhkan kesabaran dan konsistensi yang tinggi untuk memupuk jumlah pelanggan, belum termasuk menumbuhkan loyalitas pelanggan terhadap produk atau jasa yang diluncurkan. Pastikan juga bahwa pelanggan merasa puas dan mereka tidak akan beralih ke penyedia produk atau jasa lainnya meski pemilik bisnis yang sekarang telah menjualnya kepada Anda.

Pegawai
Ketahui nilai dari masing-masing pegawai yang Anda miliki. Adakan sebuah rapat dengan mereka. Tanyakan kepada mereka mengenai seberapa pentingnya arti pegawai yang ada sekarang untuk perkembangan bisnis secara keseluruhan? Apakah staf penjualan memiliki hubungan yang erat dengan para pelanggan penting? Anda mugkin bisa mempertimbangkan untuk memberikan insentif untuk memastikan bahwa para pegawai akan tetap melakukan bisnis paling tidak melalui peiode transisi.

Fasilitas
Penyewaan bukanlah bagian integral dari neraca keuangan tetapi ia bisa menjadi sebuah kewajiban tersembunyi yang luar biasa. Ketahui jika pemilik yang sekarang secara pribadi memberikan jaminan sewa dan menentukan apakah mereka bisa memberikan jaminan kepada Anda juga.

Ada peraturan-peraturan penting untuk dipertimbangkan juga. Perundang-undangan lingkungan terutama menempatkan beban pembersihan properti yang terpolusi kepada pemilik properti yang sekarang dan dalam beberapa kasus, kepada pemegang hak sewa. Ketahui pula apakah properti itu pernah dimiliki atau disewakan oleh produsen yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menghasilkan sampah berbahaya yang bisa mencemari lingkungan. Cari tahu apakah tindakan pembersihan telah dilakukan.

Laporan keuangan
Jangan menilai laporan keuangan historis dari sisi permukaannya saja, terutama jika tidak disertai oleh surat audit yang meyakinkan dari firma akuntan publik yang bersertifikat. Jangan sampai Anda bingung dalam membedakan sebuah kompilasi dari review/ ulasan. Hanya sebuah audit yang mewajibkan seorang akuntan publik bersertifikat menguji infomasi keuangan. Jika sang penjual menawarkan sebuah taksiran kepada Anda, jangan pernah menganggapnya.

Piutang
Kemungkinan besar jika bisnis itu memiliki piutang, nilainya akan digelembungkan. Periksalah dengan seksama perubahan piutang dan tentukan jumlah apa yang melampaui ambang normal yang ada dalam praktik industri yang sejenis (termin nilai nominal sering diabaikan). Kemudian anggaplah bahwa sebagian jumlah piutang itu (yang masih berlaku) akan juga berubah menjadi utang.

Inventaris
Nilai pasar barang inventaris akan selalu mengalami penurunan dari jumlah yang dibayarkan saat membeli. Meskipun beberapa bisnis yang lebih besar cenderung memiliki barang-barang yang lebih lambat bergerak, banyak bisnis kecil yang bahkan lebih ragu-ragu dalam memasukkan atau menjual sebuah barang yang sudah dianggap usang.

Pesaing
Yakinlah bahwa Anda tidak berjalan menuju ke dalam sebuah ladang ranjau. Apakah perang harga terjadi? Apakah para pesaing memotong margin keuntungan mereka hingga batas minimum? Apakah penjual yang sekarang mendengar tentang laporan mengenai perusahaan yang memasuki ceruk pasar mereka?

Pengacara
Anda perlu berkonsultasi dengan seorang pengacara yang benar-benar mengerti bidang usaha kecil sebelum menandatangani perjanjian jual beli. Hal ini penting karena ia bisa menujukkan pada Anda berbagai hal yang tersembunyi seperti kotrak, kewajiban kerja, proses hukum, tagihan kepada vendor, ewa, dan lain-lain.

Kerahasiaan
Anda harus memiliki sebuah perjanjian yang kuat dengan pemilik yang sekarang mengenai dengan siapa saja, pada tingkatan perundingan apa, dan dalam kondisi bagaimana Anda dapat berdiskusi tentang ketertarikan Anda dalam membeli sebuah bisnis. Memberitahu pelanggan penting bahwa Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli sebuah bisnis yang belum dinyatakan di jual secara umum akan memunculkan risiko terhadap bisnis dan dapat membuat Anda dituntut secara hukum oleh pemilik bisnis yang bersangkutan. (www.ciputraentrepreneurship.com)


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori